Jenis

Yuk Kenali Apa aja sih Macam-Macam Diet!

Bagaimanapun juga, diet sangat berhubungan dengan disiplin dan juga niat kuat dari orang yang menjalankan. Sebab kebanyakan diet hanya akan memberikan hasil maksimal jika dijalankan dalam waktu yang cukup panjang. Pastikan kamu memahami ini dengan baik dan memilih jenis diet yang paling cocok untukmu. Lalu, jenis diet mana yang paling tepat untuk kamu? Atau setidaknya jenis diet mana yang akan kamu pilih? Berikut macam-macam diet yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber dan bisa kamu jadikan pilihan.

1. Diet Nasi Putih

Diet nasi ini merupakan diet yang cukup popular dilakukan banyak orang. Sesuai dengan namanya, maka diet ini dijalankan dengan cara tidak mengonsumsi nasi putih. Kita semua tahu, nasi putih memiliki kadar kalori cukup tinggi yang bisa memicu terjadinya obesitas dan penyakit diabetes. Sebagai gantinya, biasanya diet nasi ini dilakukan hanya mengonsumsi makanan selain nasi putih. Penggantinya bisa didapat dari makanan yang mengandung karbohidrat lainnya seperti jagung, kentang ataupun nasi merah. Kesemua itu memiliki kalori lebih rendah ketimbang nasi putih.

2. Diet Ketofastosis

Diet ini dilakukan dengan cara menghindari makanan karbohidrat, tinggi lemak, dan protein, dalam kurun waktu 6-12 jam, apabila dirasa mengalami fase ketosis atau ketika tubuh tidak ada lagi asupan karbohidrat (glukosa) sebagai sumber makanan untuk diproses menjadi energi. Dalam diet ini, akan banyak ditemukan makanan yang mengandung hewani, seperti ayam, daging sapi, ikan, keju, susu, telur, dan lainnya. Jadi, bagi kamu penggemar sayuran sepertinya akan merasa aneh dengan pola konsumsi ini.

3. Diet Katogenik

Jenis diet ini memang dikhususkan bagi penderita epilepsi. Namun bagi kamu yang memiliki tubuh langsing atau kurus, diet ini cukup efektif untuk dilakukan. Diet Ketegonik ini dianjurkan agar mengonsumsi banyak lemak, sedikit protein dan karbohidrat. Umumnya disarankan makanan berlemak tinggi seperti es krim, daging, telur, sosis, udang, tuna, mayonnaise, dan makanan lain yang rendah karbohidrat tapi tinggi lemak. Namun pada diet ini, juga dianjurkan untuk menghindari makanan yang mengandung gula dan zat tepung, seperti roti, dan pasta.

4. Diet Rendah Lemak

Bila kamu menjalankan diet ini, maka makanan yang harus dikonsumsi adalah rendah lemak. Namun bukan berarti tidak mengonsumsi makananan berlemak sama sekali. Kamu tetap harus mengonsumsi makanan mengandung lemak untuk menambah energimu, namun dalam kadar yang tidak banyak. Dan yang harus dipeharikan di sini adalah menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh. Contoh makanan yang mengandung lemak jenuh adalah makanan yang digoreng dengan banyak minyak, atau lebih dikenalnya seperti gorengan.

5. Diet OCD

Jenis diet OCD (Obsessive Combuzier’s Diet) dikenal banyak yang menyukai karena dinilai lebih efektif menurunkan berat badan dalam waktu yang terbilang cepat. Dalam diet ini, kamu diperbolehkan memakan apapun yang kamu suka. Namun, porsi makan dalam diet ini tentunya sewajarnya saja. Nah, pada diet ini diterapkan sistem puasa, di mana waktunya akan meningkat seiring dengan berjalannya masa diet itu sendiri. Jika pada awal-awal menjalankan diet, kamu boleh makan selama kurun waktu 8 jam, maka beberapa hari kemudian, waktu makan tersebut akan berkurang menjadi 6 jam, bahkan 4 jam saja. Di luar waktu makan tersebut, kamu akan berpuasa dan hanya boleh minum air putih saja. Diet ini terbilang efektif dan memberikan dampak positif bagi tubuh. Selain itu, kamu juga bisa makan menu makanan yang biasa kamu makan dan kamu sukai selama ini.

6. Diet 5:2

Diet jenis ini dikenal bukan hanya menurunkan berat badan semata, namun juga bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan, seperti melindungi otak dari risiko penyakit Alzaimer dan Demensia, meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan usia hidup, dan lainnya. Diet ini juga diklaim dapat meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga memiliki kekebalan terhadap berbagai jenis penyakit yang menyerang. Diet 5:2 dijalankan dengan pola yang cukup mudah, dimana orang yang menjalaninya dapat makan seperti biasanya tanpa perlu berpantang apapun. Namun dalam sepekan bisa makan sebagaimana biasanya selama 5 hari saja, sedangkan 2 hari lainnya untuk berpuasa.

7. Diet Dukan

Diet ini dijalankan dengan cara mengubah menu makan, dimana makanan yang dikonsumsi memiliki kadar protein yang tinggi dan menekan konsumsi karbohidrat dan lemak. Tingginya protein ini akan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama. Dalam Diet Dukan, kamu bisa memilih menu sesukamu, selama makanan tersebut terdapat dalam 100 menu yang telah ditetapkan dan dianggap sesuai dengan diet yang satu ini. Nah, 100 menu ini terdiri dari 72 sumber hewani dan 28 sumber nabati. Bukan hanya itu saja, kamu juga akan leluasa untuk makan sebanyak yang kamu inginkan, selama masih sesuai dalam 100 menu makanan tersebut. Diet yang satu ini disebut-sebut bisa memberikan penurunan badan yang signifikan bahkan mencapai 3 kg hingga 4,5 kg dalam 5 hari pertama.

8. Diet Food Combining

Diet jenis ini dilakukan dengan cara membuat kadar PH (Potential Hydrogen) dalam darah menjadi netral dengan bantuan makanan yang dikonsumsi. Diet ini juga memungkinkan kamu makan sebanyak mungkin, namun dengan pilihan menu-menu yang alami bahan sebisa mungkin tidak mengalami proses pemasakan alias segar. Jika melihat pola diet yang satu ini, jelas makanan yang dikonsumsi kebanyakan berfokus pada sayuran dan buah segar yang kaya akan nutrisi bagi tubuh. Selain sayuran dan buah, food combining juga menyarankan agar konsumsi makanan menggunakan kombinasi protein hewani dan karbohidrat yang dikonsumsi secara terpisah.

9. Diet Mayo

Diet Mayo ini dikenal dengan metode pelangsingan dalam 13 hari. Selama 13 hari penuh, kamu akan berhenti mengonsumsi garam, baik itu makanan yang diolah dan menggunakan garam, ataupun beragam makanan asin lainnya. Pada proses puasa garam ini, kamu akan kehilangan seluruh garam dan banyak air dari dalam tubuh, sehingga berat badan akan turun dengan signifikan.